Cerita Bokep

Chek In dengan Penjaga Warnet

Cerita Nyata ini tentang hubunganku dengan penjaga warnet yang memang mempunyai body dan paras cantik. Tidak kuduga aku bisa mendapatkan kenikmatan tubuhnya si penjaga warnet, berikut kisah nyataku yang aku jabarkan.

Bermula dari saat mau menyucikan mobil temanku, aku mengantarkan temanku untuk menyucikan mobilnya di tempat cuci mobil, karena memang dari kemarin sore mobilnya habis trabas bukit dan banyak lumpur yang menempel di Jeep nya. Karena memang mempunyai hobi pecinta trabas bukit. Perkenalkan nama saya Riyo Dewantoro sering dipanggil Riyo aku sekarang masih duduk kuliah di semester akhir saat ini sedang menyelesaikan tugas skripsi seperti yang di kutip agen poker online terpercaya.

Saat sudah mengantarkan temanku ke Cuci mobil ternyata sudah banyak antrian yang menunggu dan terpaksa aku juga ikutan menunggu lama, pikirku agar tidak bosan aku pergi ke warnet persisnya disamping bengkel yang memang dekat cuma keleletan 6 bangunan rumah,

Setelah membuka pintu masuk warnet aku disambut oleh penjaga warnet. Ohhternyata penjaganya cewek yang bertugas menjaga warnetnya, awalnya aku tidak bergitu memperhatikan dia, tapi tanpa sengaja saat menghidupkan computer warnet mataku melihat parasnya memang cantik dan mempunyai body yang aduhaiiiiii.terus terang aku jatuh hati pada pandangan pertama melihat cewek itu.

Baca Juga: Rayuan Threesome

Aku sibuk berpikir dalam hati, bagaimana cara aku berkenalan dengannya? Tapi mungkin memang takdir cara itu datang dengan sendirinya, cewek itu tidak lama kemudian membuka juga internet dan dia duduk persis di belakangku, jadi posisi kami saling memunggungi satu sama lain. Aku sempat menoleh ke belakang, dan kulihat dia membuka situs mIRC.

Kayaknya dia mau chatting nih.., pikirku.

Ternyata benar, dia mau chatting, dan aku sempat melihat kalau dia pake nick yanthie. Langsung saja aku masuk ke mIRC juga, aku call dia, eeh dia ngereply.

Kami berkenalan, dan selama chatting itu dia sama sekali tidak sadar kalau Rio yang sedang ngobrol dengannya adalah cowok yang duduk tepat di belakangnya, hihihihi. Pas sejam aku selesai, aku bayar, aku pancing obrolan dengannya, aku tahu sekarang namanya Yanti, tepatnya Iryanti. Tampangnya benarbenar membuat aku bergairah.

Aku lalu keluar, pergi ke bengkel menemui si Rudy, mobilnya sedang dikerjakan. Aku pergi ke telepon kartu di bengkel itu, kutelepon penerangan 108″. Kutanyakan nomer telepon warnet itu, setelah kudapat langsung kutelepon, dan aku minta bicara dengan Yanti.

Siapa nih..? suara Yanti di seberang sana.

Ini Rio, boleh saya kenal kamu..? jawabku.

Boleh aja, tapi kamu dapat nomer ini darimana..? tanya Yanti lagi.

Saya yang pernah main di warnet kamu.., jawabku.

Dan Oh My God..! Tahu tidak Yanti bilang apa..?

Kamu yang tadi chatting di belakang saya khan..? katanya.

Mati aku, dia sudah tahu rupanya. Terlanjur malu aku mengaku saja, kalau itu benar aku, dan aku terpesona oleh penampilan dia, tapi aku malu untuk menegur disana, jadi aku pakai cara ini saja.

Yanti tertawa, enak deh suaranya, kuberanikan saja ingin menjemput dia, mau atau tidak. Katanya dia sore ini tidak bisa, karena cowoknya (yang akhirnya kuketahui namanya Joe) menjemput dia.

Gimana kalau besok lusa aja..? katanya.

Oke aja.. kataku.

Jadilah lusanya aku tidak praktek, jam 17.00 tepat aku sudah sampai di warnet Yanti seperti yang di lansir oleh agen poker online Kami terus jalan deh. Di jalan, dasar pikiran nakalku sudah di ubunubun, aku tanya sudah berapa lama Yanti pacaran sama Joe, berapa kali pacaran, terakhir aku juga mengaku sudah punya cewek, terus aku tanya mau tidak Yanti jadi cewekku? Yanti kaget.

Jadi Yanti ngeduain Joe donk Yo..? tanyanya.

Iya sama Rio juga ngeduain cewek Rio.. jawabku sekenanya.

Nakal kamu Yo.. kata Yanti sambil mencubit lenganku.

Naaah.., kena nih cewek..! pikirku.

Kutangkap tangannya, kupegang kuat, kuhentikan mobilku di depan sebuah bangunan sepi dekat Pasaraya Manggarai, kutarik Yanti ke arahku, kucium bibirnya, Yanti mendorong tubuhku.

Hhhmmmhh malumalu kucing nih.. pikirku.

Terus kutarik tubuhnya sambil mengeluarkan katakata gombalku. Lama kelamaan Yanti tidak menolak lagi, dibalasnya ciumanku, dijulurkannya lidahnya, digigitnya bibirku, kusedot lidahnya, nikmat sekali, urat syarafku terangsang. Kuraba pahanya, terus ke selangkangannya, Yanti mendesah.

Jangan Rio.. desahnya.

Aku berhenti, kuhidupkan mesin mobil, kuarahkan mobil ke hotel di jalan Jakarta Pusat, aku langsung parkir.

Mau ngapain kita kesini Yo..? tanya Yanti.

Aku tidak menjawab, kusuruh dia menunggu di mobil, aku masuk ke dalam, aku check in di kamar 104.

Setelah diantar ke kamar, kuhidupkan AC, lalu aku ke mobil.

Yan, turun yuuk..! kataku.

Nggak tau ah, mau ngapain sih Rio..? kata Yanti.

Lagilagi kukeluarkan jurus mautku, sampai akhirnya Yanti mau juga ikut masuk ke kamar. Di dalam kamar kubuka celana panjangku. Dengan hanya pakai handuk aku ke kamar mandi, saat aku keluar kulihat Yanti sedang nonton TV.

Film apa sih Yan..? tanyaku sambil duduk di sebelahnya.

Sinetron.., jawab Yanti pendek.

Kupandangi wajahnya, Yanti jengah juga dan bilang, Ngapain sih ngeliatin gitu Yo..?

Kamu cantik.. rayuku.

Rio pengen ciuman kayak tadi deh.. kataku.

Kutarik tubuhnya, Yanti diam saja, kuangkat dagunya, kupandangi lekatlekat matanya, kucium lembut bibirnya, Yanti memejamkan matanya. Dibalasnya ciumanku, kujulurkan lidahku, Yanti membalasnya, kuhisap, Yanti membalasnya. Pikiranku benarbenar sudah dikuasai gairah memuncak, kuciumi lehernya, kujilati sepuasku.

Aaacchh.., Riooo desahan Yanti membuatku tambah bernafsu.

Aku berdiri di samping tempat tidur sambil tidak lepas memandang wajahnya sedikitpun.

Kubuka bajuku, handuk, terakhir celana dalamku, sengaja tidak kupadamkan lampu, penisku langsung tegakmelompat keluar sarangnya. Kulihat Yanti terkesima, kuhampiri dia, kuraih tangannya, kuletakkan di atas penisku, kusuruh dia melakukan gerakan mengocok.

Aaahhh nikmat sekali.. desahku.

15 menit Yanti melakukan itu, kulepaskan tangannya dari penisku, kutarik wajahnya, kuarahkan ke penisku. Mulamula Yanti menolak, dengan sedikit paksaan mau juga dia. Masuklah penisku dalam mulut mungilnya. Digerakkannya majumundur berulang kali sampai basah kuyup penisku oleh ludahnya, kurasakan spermaku mau keluar, kutarik rambutnya seperti yang di kutip agen poker.

Stop Yanti..! kataku.

Kini kubaringkan dia, kutelanjangi Yanti sampai sehelai benang pun tidak ada lagi di tubuhnya. Kupandangi tubuhnya, tampak di perut kirinya ada tahi lalat cukup besar. Kucium bibirnya, dagunya, turun ke lehernya, dadanya, perutnya, kuhisap pusar dan tahi lalatnya, Yanti menggelinjang geli. Kuteruskan ke selangkangannya, kumasukkan jari tengahku sambil aku terus mencium selangkangannya.

Aaaccchhh Riiiooo niiikkkmaaatnyaaa sayaaanggg desah Yanti.

Yanti mengangkat pantatnya setinggitingginya, kurasakan basah vaginanya. Yanti telah orgasme rupanya. Kini aku menaiki tubuh Yanti, penisku pun sudah amat berdenyut mendambakan pelampiasan pula. Kuarahkan penisku ke vagina Yanti, kuturunkan perlahan pinggulku, tidak sedetikpun kulepaskan pandanganku dari mata Yanti. Kulihat Yanti menggigit bibirnya.

Sakiiittt Riiiooo desahnya.

Kuhentikan sejenak, lalu kuteruskan lagi, Yanti mendesis lagi. Kulihat butiran air mata di sisi matanya.

Sakit saayyyaangg..? tanyaku.

Iyyaaa Riiiooo, punya kamu besar sekali.. jawab Yanti meracau.

Mana besar sama punya Joe..? tanyaku.

Besar punya kamu Riooo sakit saaayyyaangghhh, perrriiihhh, tapiii niiikmaaatthh sekaliii.. rintih Yanti.

Akhirnya masuk semua penisku ke dalam vaginanya. Kutarik maju mundur, akibatnya sungguh luar biasa, Yanti menggeram, kedua kakinya menjepit pinggangku sekuatnya, giginya ditanamkan di bahuku, kurasakan pedih. Waaaahhh berdarah nih Yanti orgasme kedua kalinya.

Kini kuganti posisiku, Yanti kusuruh menungging, dan dengan nafsu memuncak kutusukkan penisku ke anusnya, kurasakan otot spchincter aninya mencengkram erat penisku. Kugerakkan masukkeluar penisku, kugenggam payudaranya, Yanti menggenggam tepi tempat tidur.

Riiooo saaayyyaanngghh ciiintaaa eeennnaaakkhhh Riioooo.. Rioooo nikmaaatthh sayaaaanggghh terrruuussshhh cinnntaaaa erang Yanti terus menerus.

Aku benarbenar nikmat, Yaaanntiii kuhamili kamuuuu badan kamuuu enak bangeeettthh.. erangku juga.

10 menit kemudian aku tidak tahan lagi, penisku berdenyut kuat, kucengkram erat pinggul Yanti, kusemburkan sperma hangatku dalam vagina Yanti.

Aaacchhh nikmat sekali desahku di telinganya.

Kami pun terkulai lemas.

Setelah itu beberapa kali kami mengulanginya di hotel dekat Warnet Yanti. Kami pun masih berhubungan lewat telepon. Tak jarang juga kami bertemu untuk melakukannya lagi. Dan pada akhirnya aku mendapat kabar Sekarang Yanti telah menikah dengan Joe.

Related Post