Cerita bokep

Selingkuh Suami Istri

Cerita bokep – Singkat cerita memang mantabs nih kisah selingkuh.. andai saja posisiku sama sebagai Diki,

Diki, 32 th, ialah teman sekantor suamiku yang sebaya dengannya sementara aku berumur 28 th. Mereka tidak jarang bermain tenis bersama, entah kenapa setiap Diki datang kerumah menjemput suamiku ia tidak jarang kali menyapaku dengan senyumnya yang khas,

Sorotan matanya yang dalam tidak jarang kali memandangi diriku sedemikian rupa lagipula sewaktu aku menggunakan daster yang agak menerawang tatapannya seakan menjebol menjelajahi semua tubuhku.

Sejujurnya aku menikmati sesuatu yang mengherankan pada diriku, walaupun aku sudah menikah 2 tahun yang kemudian dengan suamiku, aku menikmati ada sebuah getaran dilubuk hatiku ditatap sedemikian rupa oleh Diki.

Baca Juga: Indra Pria Perkasa Memuaskanku

Suatu hari suamiku pergi keluar kota sekitar 4 hari. Pas di hari minggu Diki datang kerumah maksud hati hendak mengajak suamiku bermain tenis, pada waktu tersebut aku sedang olahraga dirumah dengan menggunakan hot pant ketat dan kaos diatas perut.

Ketika kubuka pintu untuknya ia terpana menyaksikan liku liku tubuhku yang seksi tercetak jelas di kaos dan celana pendekku yang serba ketat itu. Darahku berdesir menikmati tatapannya yang tajam itu. Kukatakan padanya suamiku keluar kota semenjak 2 hari lalu, dia melulu diam terpaku dengan senyumannya yang khas tidak tampak adanya kekecewaan diraut mukanya, tiba-tiba ia berbicara

“..Hesty inginkan tidak gantiin suamimu, main tenis dengan saya..”

Giliran aku yang terpana sekitar menikah belum pernah aku pergi keluar dengan laki laki di samping suamiku namun terus cerah aku senang mendengar ajakannya, dimataku Diki adalahfigure yang lumayan ‘gentleman’ .

“..Cepet ganti pakaian aku tunggu disini..”

Entah apa yang mendorongku guna menerima ajakannya aku langsung mengangguk seraya berlari kekamarku guna mengubah pakaian. Dikamar Aku termangu hatiku dagdigdug laksana anak SMU sedang berpacaran kemudian aku menyaksikan diriku dicermin kupilih baju baju olahragaku yang serba mini dan, setelah tersebut aku gunakan sepatu olahragaku kemudian cepat cepat aku temui Diki didepan pintu

“..Ayo Her aku telah siap..” Diki melulu melongo menyaksikan pakaianku. Jakunnya tampak naik turun.

Singkat kata aku bermain tenis dengannya dengan sarat ceria, kukejar bola yang dipukulnya, rok miniku berkibar, tanpa sungkan aku biarkan matanya menatap celana dalamku, terdapat perasaan bangga dan gairah masing-masing matanya menatap pantatku yang padat bulat ini.

Saking hotnya aku memburu bola tanpa kuduga aku jatuh terkilir, Diki menghampiriku kemudian mengajakku pulang. Setiba di rumah, kuajak Diki guna mampir dan ia menerimanya dengan senang hati. Diki memapahku hingga ke kamar, kemudian membantuku duduk di ranjang.

Dengan manja kuminta ia mengambilkan aku minuman di dapur, Diki mengambilkan minuman dan pulang ke kamar menemukan aku sudah melepas sweater dan sedang memijat betisku sendiri. Ia agak tersentak melihatku, sebab aku telah mencopot sweaterku kini tinggal menggunakan blous “you can see” longgar yang menciptakan ketiak dan buah dadaku yang putih mulus tersebut mengintip nakal, posisi kakiku pun menarik rokmini olahragaku sampai pahaku yang pun putih mulus tersebut terbuka guna menggoda matanya.

Aku menggeser posisiku mendekatinya, kemudian kucium pipinya sebagai perkataan terimakasihku. Diki terkejut, tetapi tak berjuang menghindar bahkan ia menggerakan wajahnya sampai-sampai bibirku beradu dengan bibirnya.

Kewanitaanku bangkit walaupun aku tahu ini ialah salah namun tanpa kusadari ia menghirup bibirku sejumlah saat sebelum kesudahannya aku merespon dengan hisapan lembut pada bibir bawahnya yang basah.

Tanpa kusadari aku mulai memainkan kaos bajunya, dan sesudah bajunya kusingkap tampak tampilan otot di tubuhnya. Aku menyaksikan dada bidang dan kekar, serta perut sixpacknya di depan mataku. Tak lama ia pun menyimpulkan untuk memindahkan godaan bibirnya ke buah dadaku yang masih terbalut BHku.

Apalagi saat lidahnya menggoda selangkanganku dengan jilatannya yang sesekali melibas pinggiran CD ku, semili lagi menyentuh bibir vaginaku. Yang dapat kulakukan melulu mendesah dan mengerang pasrah melawan gejolak birahi .

Rasa penasaranku mengharapkan lebih dari tersebut tapi akal sehatku masih mengaku bahwa ini tindakan yang salah. Akhirnya, dengan menyibakkan celana dalamku, Diki memindahkan jilatannya kerambut kemaluanku yang sudah begitu basah sarat lendir birahi.

“ggaahh.. Heeruu..stoop..ohh..” laksana terkena setrum rintihanku langsung menyertai ledakan kesenangan yang kurasakan ketika lidah Diki melalap vaginaku dari bawah hingga ke atas, menyentuh klitorisku.

Kini kami sama-sama telanjang bulat. Tubuh kekar berotot Diki berlutut di depanku. Lobang vaginaku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut menyaksikan batang penisnya yang tegang besar kekar berotot bertolak belakang dengan kontol suamiku yang lebih kecil.

Oohh.. betul betul spektakuler napsu birahiku kian mengebu gebu. Entah kenapa aku begitu terangsang menyaksikan Kontol Besar Panjang yang bukan punya suamiku. Oooh begitu besar dan perkasa, pikiranku bimbang sebab aku tahu sebentar lagi aku bakal disetubuhi oleh kawan suamiku, herannya gelora napsu birahiku terus mengelegak.

“Ouuch.. sshh.. aachh.. teruuss.. masukin penismu yang dalaam..!! oouch.. niikmaat.. heerr..!! Baru kali ini lobang vaginaku menikmati ukuran dan size huge big penis yang bukan kepunyaan suamiku, yang sama sekali baru ..besaar dan perkasaa.., aku menikmati suatu rangsangan yang hebat didalam diriku. Seluruh rongga vaginaku terasa penuuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding vaginaku digesek batang penisnya yang keras dan besaar..!

Aku benar benar telah lupa siapa diriku yang telah bersuami ini, yang aku rasakan sekarang ialah perasaan yang melambung tinggi sekali yang hendak kunikmati sepuas puasnya yang belum pernah kurasakan dengan suamiku.

Genjotan penisnya pada vaginaku mulai cepat, kasar dan liar. Aku benar-benar tidak menyangka dapat terangsang lagi, seringkali setelah bersetubuh dengan suamiku sesudah klimax rasanya malas sekali guna bercumbu lagi.

Kali ini Diki memberiku kenikmatan klimax yang maha dahsyat oleh genjotan penisnya yang semakin bernapsu, semakin cepat, semakin kasar, sampai akhirnya ledakan lendir birahiku menetes lagi bertubi-tubi dari dalam vaginaku.

Diki mendekap tubuhku dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman dan puas. “Hesty aku belum keluar sayang..! tolongin aku isepin kontolku sayaang..!” Aku benar benar terkejut aku telah dua kali klimaks namun Diki belum pun keluar, bukan main perkasanya. Seringkali malah suamiku lebih dulu dari aku klimaksnya kadang kadang aku justeru tidak dapat klimaks dengan suamiku sebab suamiku suka terburu buru.

“..Ooohh..Hesty.. kau sungguuh seksxyy.. masuukin kontolku..!!”

Diki memujiku setinggi langit menyaksikan begitu antutiasnya aku meladeninya bahkan dapat kukatakan baru kesatu kali berikut aku begitu antusias, begitu beringas laksana kuda betina binal melayani kuda jantan yang paling perkasa ini.

“..Yess.. Dikiu.. yeess.. kumasukkan kontolmu yang perkasa ini..!”
“..Aachh.. Heestyy.. putaar.. habiisiin kontoolku.. eennakk.. sekaallii..!!”

Diki merintih merintih bahkan mengejang-ngejangkan tubuhnya, tidak dapat kulukiskan alangkah nikmatnya perasaanku, tubuhku terasa seringan kapas jiwaku serasa diombang ambing di dalam lautan kesenangan yang maha luas kucurahkan semua tenagaku dengan memutar menggenjot bahkan mengurangi keras sekali pantatku, kali ini aku yang pulang menjadi ganas dan jalang, laksana kuda betina binal aku putar pinggulku dan laksana penari perut meliuk meliuk begitu cepat.

Tiba tiba laksana disetrum jutaan volt kesenangan tubuhku bergetar hebat sekalii..! dan tubuhku mengejang saat kurasakan semburan dahsyat di dalam rahimku.

“..aachh. jepiit kontoolku.. yeess.. sshh.. oohh.. nikmaatnya.. memekmu Hestyy..!!”
“..Nggkkh.. sshh.. uugghh.. Heerru.. teekeen kontoolmu.. sampe mentookkhh.. sayaahng.. aarrgghh..!!

Gelombang demi gelombang kesenangan menggulung jiwaku, ooh benar benar tak kusangka kian sering klimaks kian luar biaasaa rasa nikmatnya jiwaku serasa terbetot keluar terombang ambing dalam lautan kesenangan yang maha luas.

Kutekan kujepit kekepit semua tubuhnya mulai batang penisnya pantatnya pinggangnya bahkan dadanya yang kekar kupeluk erat sekali. Seluruh tetes air maninya kuperas dari batang kemaluannya yang sedang terjepit menyatu di dalam liang vaginaku.

Aarrgghh.. Nikmatnya sungguh luar biaasaa!! Oohh Diki aku kuatir bakal ketagihan dengan batang penismu yang maha dahsyat ini!!

Akhirnya perlahan lahan kesadaranku pulih kembali, klimaks yang ketiga ini menciptakan tubuhku terasa lemas sekali, Diki sadar bakal keterbatasan tenagaku, kesudahannya ia membaringkan tubuhku di dadanya yang kekar.

Aku menikmati kenyamanan yang luar biasa, kepuasanku terasa paling dihargainya. Tiga kali klimaks bukanlah urusan yang gampang bagiku guna mendapatkannya didalam satu kali permainan seks.